Minggu, 02 Januari 2011

Pendapat Ahli


"Lebih dari Sekadar Unik. Jika Anda memahami apa yang saya pahami, Anda pasti
membawa manggis kemanapun Anda pergi...” ,Dr. Sam Walters, Naturopath; Master dalam bidang Biologi
Sains dengan spesialisasi nutrisi manusia.

Jus manggis merupakan sesuatu yang lebih dari sekadar unik. Apabila Anda memahami apa yang saya pahami, Anda pasti membawa manggis kemanapun Anda pergi. Antioksidan adalah kunci utama dalam mencegah penyakit. Buah manggis memiliki begitu banyak khasiat. Penelitian badan-badan pengobatan di dunia menunjukkan bahwa buah manggis secara langsung menyembuhkan berbagai penyakit.

Penelitian terbaru menemukan bahwa satu dari 4 penduduk Amerika mengidap kanker, dan 1 dari 5 orang akan meninggal pada usia dini. Solusi terbaik dari masalah ini adalah pencegahan. Kami merawat banyak pengidap kanker di tempat kami. Kami mendetoksifikasi logam berat dengan buah manggis. Kulitnya mengandung Xanthone penyembuh kanker payudara, kanker paru-paru, kanker perut, leukemia, dll.

Mayoritas pasien yang dirawat merupakan penderita stadium 4 ke atas. Mereka hanya punya waktu 6-8 minggu untuk hidup. Manggis mampu mengembalikan hidup para pasien tersebut. Yang diperlukan tubuh adalah bahan biologis, bukan bahan kimiawi. Zaman sekarang, kita sudah banyak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimiawi, bahan polutan dan bahan tiruan. Salah satu solusi yang dapat Anda lakukan demi sistem kekebalan tubuh Anda adalah pencegahan, yakni dengan minum jus manggis.

DIAGRAM ANTI OKSIDAN


GRAFIC SCORE OXYGEN RADICAL ABSORBANCE CAPACITY (ORAC)
(Skor tingkat kapasitas penyerapan radikal bebas)

 

 Diagram di atas menunjukkan bahwa Manggis memiliki
17.000 ORAC scores sebagai Antioksidan yang tertinggi.

Kandungan:
Fruktosa, Manggis, Beri Hawthorn, Beri Biru, Kranberi, Biji Anggur, Rosela, Buah Delima, Asam Sitrat, Kulit Kayu Cemara, Teh Hijau, Air RO, Ekstrak Tomato, Natrium Benzoat, Kalium Sorbat.

Cara Penggunaan:
30 ml-50 ml sekali minum, 1-2 kali sehari.

Simpan di tempat yang kering dan sejuk.


PENELITIAN XANTHONES PADA GARCINIA MANGOSTANA



PENELITIAN XANTHONES PADA GARCINIA MANGOSTANA
Xanthone ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Jerman bernama Schmid W Liebigs pada 1855, dikenal sebagai antioksidan tingkat tinggi.
Manggis mengandung 43 jenis antioxidant Xanthone memiliki kemampuan secara medis untuk menopang system imun tubuh, mendukung keseimbangan mikrobakterial, kesehatan mental positif dll.


Beberapa Xanthone dari total 43 xanthones yang terkandung dalam Manggis :
  • BR-xanthone A
  • BR-xanthone B
  • Calabaxanthone
  • Garcinone A
  • Garcinone B
  • Garcinone C
  • Garcinone D
  • Garcinone E
  • Gamma-Mangostin
  • Garcimangosone A
  • Garcimangosone B
  • Garcimangosone C
  • 1-Isomangostin
  • 3-Isomangostin
  • 1-Isomangostin hydrate
  • 3-Isomangostin hydrate
  • Gartanin
  • Demethylcalabaxanthone
  • Maclurin
  • Mangostenone
  • Mangostanin
  • Mangostanol
  • Mangostin
  • Mangostinone
  • Mangostinone A
  • Mangostinone B
  • a-Mangostin
  • b-Mangostin
  • g-Mangostin
  • Norathriol
  • Tovophyllin
  • Tovophyllin A
  • Tovophyllin B
  • Trapezifolixanthone

Hasil penelitian MANGGIS di berbagai Negara :
Singapore :
  • xanthone dapat menghambat virus HIV-1 penyebab penyakit AIDS
Taiwan :
  • antioxidant xanthone lebih kuat jauh melampaui vitamin E yang merupakan salah satu antioxidant paling kuat
China :
  • xanthone sebagai anti sel kanker hati
  • xanthone sebagai anti sel kanker lambung
  • xanthone sebagai anti sel kanker paru-paru
  • anti tumor
Jepang :
  • xanthones menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel leukemia
  • xanthones menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker
  • xanthones menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel tumor
  • xanthones menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker kolon/usus besar
  • α-manggostin sebagai antibiotic alamiah yang khasiatnya melampaui penisilin, flukoksasilin, oksasilin, vancomisin
  • antiinflamasi sel otak
  • Alzheimer
  • arthritis
  • asam urat (gout)
  • memperbaiki system saluran pencernaan
  • gamma-mangostin sebagai 5-HT2A reseptor antagonis pada system syaraf pusat (anti depresi dan stress)
Thailand :
  • sebagai obat kemoterapi alami untuk kanker
  • sebagai antibiotic alamiah, mampu melawan bakteri resisten terhadap antibiotic Methisilin, seperti bakteri penyakit pneumonia, meningitis, septimia, dan TBC
  • anti microbacteri termasuk bakteri jerawat
  • antioxidant xanthone lebih kuat jauh melampaui vitamin E yang merupakan salah satu antioxidant paling kuat
Srilanka :
  • xanthones  sebagai antibakteri
  • xanthones  sebagai antiinflamasi
  • xanthones  sebagai antifungi
Australia :
  • menurunkan kadar kolesterol LDL
  • melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas
  • mencegah plak di pembuluh darah (Artherosklerosis)
  • mencegah penyakit jantung dan stroke
  • tanpa efek samping serius seperti kerusakan hati, hepatitis, kerusakan jaringan otot
Hasil penelitian XANTHONES lainnya :
  • mengandung SPHINGOMYOLINASE yaitu zat yang menghubungkan berjuta sel neuron pada system syaraf otak
  • Garcinone E jauh lebih efektif daripada zat kemoterapi; seperti flouraurcil, cisplatin, vincristine, methotrexate, taxol dan mitoxantrone pada kanker paru-paru,  usus, dan liver.
  • Menghentikan histamine penyebab inflamasi pada alergi, asthma dan psoriasis
  • Xanthones sebagai antibakteri, antifungi, antiparasit dan antivirus tanpa menyebabkan resistensi seperti pada antibiotic kimiawi
  • Xanthones meningkatkan efek antibiotic umum seperti ampisilin dan minosin
  • Mengandung polisakarida; yang dapat menghambat mutasi sel menjadi sel kanker
  • Membantu tubuh menghentikan penyebaran sel kanker
  • Catechins dalam manggis merupakan zat antioxidant yang 5 kali lebih efektif daripada vitamin C
  • Quinines dalam manggis juga secara signifikan dapat menghambat bahkan menghentikan pertumbuhan sel ganas kanker kolon/usus besar
  • Polyphenols dalam manggis merupakan antioxidant paling potensial melampaui vitamin E yang merupakan salah satu antioxidant paling kuat
  • Manggis juga mengandung Stilbenes, zat antioxidant sebagai antifungi